Catatan Kecil Menuju Universitas Kelas Dunia
OPINI | 05 October 2014 | 19:05
Pendidikan merupakan merupakan dasar dari segala
kemajuan. Negara-negara yang belum maju banyak mengirim warganya
menuntut ilmu di Univeritas-universitas di negara yang sudah maju, maka
penerimaan mahasiswa luar negeri oleh universitas negara maju dianggap
sebagai peneguhan kemajuan universitas negara berkembang.
Istilah “Universitas Kelas Dunia” menurut kebanyakan kamus adalah menduduki ranking diantara yang terdepan di dunia, mempunyai standar keunggulan internasional. Lembaga pemberi ranking yang dikenal di Indonesia ialah Cybermatics Lab dengan hasil karyanya “Webometrics”. Lembaga ini melakukan pengukuran aktivitas ilmiah perguruan tinggi di web (web performance).
Menjadi universitas kelas dunia, yang mempunyai mahasiswa dari berbagai penjuru dunia menjadi dambaan para pengelola universitas di seluruh dunia. Secara filosofis, menjadi universitas kelas dunia membantu mahasiswa lulusannya menjadi cepat tanggap dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan di era ini.
Altbach (2004), Direktur Center for International Higher Education at Boston College, mengatakan bahwa universitas kelas dunia harus menjadi unggul dibidang riset dan dapat memenuhi fasilitas untuk karya akademik, atmosfer kegairahan intelektual, dan juga memiliki kebebasan akademik, serta memiliki kemandirian dengan tatakelola. Pendanaan juga harus tersedia untuk mendukung riset dan pengajaran serta fungsi-fungsi universitas lain.
Menurut konsultan pendidikan UNESCO, menyampaikan tiga cara menuju universitas kelas dunia, yaitu yang pertama, meningkatkan kapabilitas institusi pendidikan yang ada, kedua menggabungkan beberapa institusi yang ada, terakhir, menciptakan institusi pendidikan baru. Jalan manapun yang ditempuh, peran pemerintah melalui kebijakan politik atau pendanaannya yang sangat diperlukan.
Keluar daripada itu, tidak kalah pentingnya menurut penulis, peran dosen juga dapat meningkatkan kualitas universitas bersangkutan. Bagaimana tidak, dosen yang berkualitas–dalam artian dosen yang minimal lulusan S2 dapat mentransfer ilmu lebih baik lagi ketimbang dosen dengan hanya lulusan S1. Selain itu, dosen yang disiplin akan kehadiran dan tentang rencana pembelajaran atau kontrak perkuliahan juga penting dalam mengembangkan sifat aktif mahasiswa dan menjadi contoh mahasiswa itu sendiri. Kemudian, bagaimana mahasiswanya yang mendorong dirinya sendiri untuk maju dalam persaingan global setelah universitas memberikan fasilitas yang dianggap baik. Pasalnya, tidak semua mahasiswa memiliki motif yang sama. Akibatnya, universitas terkait menjadi sedikit terhalang untuk menuju cita-citanya.
Apabila dalam tren ini sejumlah mahasiswa masih terdistraksi motif yang berbeda– misalnya seperti, saya kuliah karena dipaksa orangtua atau motif lainnya, universitas tentu perlu mengupayakan menyatukan motif yang sama yakni “berhasil dalam persaingan global” dengan cara seminar atau kuliah umum supaya mahasiswa dapat terinspirasi untuk lebih semangat kuliah dan sadar bahwa pendidikan itu penting di era global dan dapat meningkatkan prestasi mahasiswa. Cara lainnya ialah dengan mengembangkan minat mahasiswa dengan mengikuti UKM yang tersedia.
http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/05/catatan-kecil-menuju-universitas-kelas-dunia-683380.html
Istilah “Universitas Kelas Dunia” menurut kebanyakan kamus adalah menduduki ranking diantara yang terdepan di dunia, mempunyai standar keunggulan internasional. Lembaga pemberi ranking yang dikenal di Indonesia ialah Cybermatics Lab dengan hasil karyanya “Webometrics”. Lembaga ini melakukan pengukuran aktivitas ilmiah perguruan tinggi di web (web performance).
Menjadi universitas kelas dunia, yang mempunyai mahasiswa dari berbagai penjuru dunia menjadi dambaan para pengelola universitas di seluruh dunia. Secara filosofis, menjadi universitas kelas dunia membantu mahasiswa lulusannya menjadi cepat tanggap dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan di era ini.
Altbach (2004), Direktur Center for International Higher Education at Boston College, mengatakan bahwa universitas kelas dunia harus menjadi unggul dibidang riset dan dapat memenuhi fasilitas untuk karya akademik, atmosfer kegairahan intelektual, dan juga memiliki kebebasan akademik, serta memiliki kemandirian dengan tatakelola. Pendanaan juga harus tersedia untuk mendukung riset dan pengajaran serta fungsi-fungsi universitas lain.
Menurut konsultan pendidikan UNESCO, menyampaikan tiga cara menuju universitas kelas dunia, yaitu yang pertama, meningkatkan kapabilitas institusi pendidikan yang ada, kedua menggabungkan beberapa institusi yang ada, terakhir, menciptakan institusi pendidikan baru. Jalan manapun yang ditempuh, peran pemerintah melalui kebijakan politik atau pendanaannya yang sangat diperlukan.
Keluar daripada itu, tidak kalah pentingnya menurut penulis, peran dosen juga dapat meningkatkan kualitas universitas bersangkutan. Bagaimana tidak, dosen yang berkualitas–dalam artian dosen yang minimal lulusan S2 dapat mentransfer ilmu lebih baik lagi ketimbang dosen dengan hanya lulusan S1. Selain itu, dosen yang disiplin akan kehadiran dan tentang rencana pembelajaran atau kontrak perkuliahan juga penting dalam mengembangkan sifat aktif mahasiswa dan menjadi contoh mahasiswa itu sendiri. Kemudian, bagaimana mahasiswanya yang mendorong dirinya sendiri untuk maju dalam persaingan global setelah universitas memberikan fasilitas yang dianggap baik. Pasalnya, tidak semua mahasiswa memiliki motif yang sama. Akibatnya, universitas terkait menjadi sedikit terhalang untuk menuju cita-citanya.
Apabila dalam tren ini sejumlah mahasiswa masih terdistraksi motif yang berbeda– misalnya seperti, saya kuliah karena dipaksa orangtua atau motif lainnya, universitas tentu perlu mengupayakan menyatukan motif yang sama yakni “berhasil dalam persaingan global” dengan cara seminar atau kuliah umum supaya mahasiswa dapat terinspirasi untuk lebih semangat kuliah dan sadar bahwa pendidikan itu penting di era global dan dapat meningkatkan prestasi mahasiswa. Cara lainnya ialah dengan mengembangkan minat mahasiswa dengan mengikuti UKM yang tersedia.
http://edukasi.kompasiana.com/2014/10/05/catatan-kecil-menuju-universitas-kelas-dunia-683380.html
A piece of note
go to the world class university
Education
is the basis of the whole advancement. Many developing countries send their
citizen to study in the universities in the developed countries. So admission
is considered as the universities of international in universities of the
developed countries is considered as the confirmation of their advancement of
the development of the developing countries.
The
term “World class” university according to a lot of dictionaries ranking among
the leading universities in the world having international standard of
excellence. The well-known ranking institution is Cybermatics lab which is
worked “Webometrics”. This institution measure scientific activity of
university web (Web performance).
Being
world class universities, having students from over the world is a dream of
management of university worldwide. Philosophically, being world class
universities help their graduate students to become responsive and adaptable to
any changes in this era.
Albatcth
(2004), the director of Center for International Higher Education in Boston
college said that world class universities have to consider research and have
to fulfill the facilities for academic work, and have to be an independent
well-manage universities. Any budget also has to be provided to support
research and guidance and any other functions of university.
According
to UNESCO consultant of education said that three ways to became world class
university are , firstly improve the capability of education institution,
secondly merge several institutions, and lastly create new education
institution. Whatever the way which is taken by the government, the role of the
government by political wisdom or its budgeting is mostly needed.
Beyond
that, according to the writer it is cannot be forgotten the role of the
lecturers which is can improve the quality of its university. Somehow, the high
quality lecturer means those who are minimally graduate of S2 can transfer
knowledge better than those who are only graduate S1. Besides, being the
discipline lecturers in the case of attendance and lesson plan or lecture
contract are also important to improve active character of students and being
an example for the students. Then, how the student boost themselves to improve
in the era of globalization after the university giving a good reputed
facilities. Because of not all students have the same goals. For this reason,
the university have been a little bit obstacle to reach their goals.
If
in this trend several students are still in district of different goals. For
example I am attending a lecture because of my parents force me to do that or
another motive. The university certainly need to unite the motive that is
“Success in the global rivalry“ It can
be done by attending conferences or general lectures in order to inspire the
students to be more enthusiasm in attending lecture and realizing that education is important in the era of
globalization and can improve achievement of the students . Another way is by
improving student interest by joining UKM or Student Activity
Tidak ada komentar:
Posting Komentar